Lifestyle & Tuntutan Pergaulan Itu Merepotkan

Kemarin, gue dan nyokap gue ngobrol tentang sesuatu yang sebenernya bukan hal baru dalam keluarga gue. Beliau bercerita tentang teman-temannya yang sekarang sudah mapan dan terus saja membangga-banggakan anaknya yang telah sukses. Gue tau, nyokap lagi nggak membanding-bandingkan gue dengan anak-anak temannya itu. Tapi secara alamiah, gue jadi merasa harus menyamai kesuksesan mereka atau melebihinya kalo perlu.

Mungkin sebagian emang salah gue, karena selama ini gue terlalu bersantai dan jarang bersungguh-sungguh melakukan sesuatu. Dan jujur gue agak sedih juga pas denger cerita nyokap yang merasa dikucilkan oleh teman-temannya, hanya karena beliau ga pernah diajak anaknya jalan-jalan keluar negeri, belom punya rumah seharga ratusan juta, dsb. Itu sebabnya, gue selalu bilang gue mau berubah. Jadi lebih baik, jadi lebih rajin, dan jadi lebih produktif menghasilkan sesuatu.


Dalam kehidupan gue sehari-hari pun, masalah tuntutan pergaulan ini sering merepotkan juga buat gue. Temen-temen gue hobi nonton. Sedangkan gue tiap bulan harus ngirit-ngirit banget buat ngatur pengeluaran. Akibatnya, gue sering banget absen jalan sama mereka. Terus saat ketemu temen-temen SMA gue juga terkadang ada perasaan minder dalam diri gue, karena gue masih belom sehebat mereka. Gue masih bukan apa-apa.

Beruntung, temen-temen gue udah tau gue orangnya kayak gimana. Mereka nggak pernah mengucilkan gue hanya karena gue belom sukses dan belom tajir. Gue juga nggak malu untuk mengakui kalo gue masih miskin. Gue sih nggak mau terlalu ngotot untuk mengikuti lifestyle orang-orang yang ala "gangnam style" itu. Daripada tar malah capek sendiri. LOL.

Gue yakin makna hidup itu lebih dari sekedar "adu tajir", ada pembelajaran berharga juga di dalamnya. Misalnya, seorang temen sejati nggak akan menjauhi temannya hanya karena dia kurang tajir.

Positifnya, sekarang gue jadi lebih termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Gue ingin menjadi lebih sukses dari sekarang, namun bukan untuk menyaingi siapa pun. Melainkan karena gue pengen nyokap gue bisa bahagia dan nggak lagi dipandang sebelah mata oleh siapapun.

Apa diantara kalian ada yang mengalami cerita serupa? ^^ Ditunggu sharing dan komennya..


Best regard,


cizu

2 komentar

  1. *uhuk*

    just be yourself

    betul ituu. gausa maksa ikut2an gitu . gapenting :))
    tetep semangat mbaaak ^^

    BalasHapus